Minggu, 30 April 2017

Geguritan Khotimatul Aminah



GESANG
Dening: Khotimatul Aminah


Urip iki ora suwe
Ana kalane manungsa bali
Menyang papan panggone
Ngadhep marang Gusti
Kang Maha Suci

Urip iki ora suwe
Kaya dene wong mampir ngombe
Mula urip aja sakarepe dhewe
Tandang sembrana tanpa mikir jalare

Urip iki ora suwe
Aja nganti gawe
Sengsara uripe wong liya
Ayo padha ndandani barang kang ala
Ala kang sumebar ing badang priyangga


Surakarta, 20 Maret 2017

Jumat, 10 Maret 2017

SYAIR KESEDIHAN AKAN SIRNA BERSAMA WAKTU



rahayu !
wahai jiwa setiap hati pasti akan luruh dengan sendirinya, ketika ia merasakan kekecewaan yang mendalam, teriris oleh tajamnya pisau merobek harapan-harapan yang telah terancang semenjak pertama kali getaran dahsyat itu menampakkan dirinya. luka terlanjur menganga, diterpa dinginnya angin, dicobak cabik oleh sunyinya semesta. ia merasa dicampakkan. entah mulai kapan keping darah akan memperbaiki daging pembungkus luka itu. jika penyair sempat menyapamu dengan ucapan bahwa: hanya yang pernah terluka oleh kejamnya cinta yang dapat merangkai kata-kata bijak nan arkhais. aku tak pernah berani menanggapinya, meskipun begitu aku masih bisa merasakannya. getirnya hati, dunia ikut merasakannya. luka memang tak mudah diajak angin untuk berlari, walau hanya sekedar mengelilingi kota kecil di tempat yang sunyi. ujarnya, ia belum sanggup untuk sekedar menegakkan kakinya, walaupun angin telah memberikan saparuh sayapnya. namun tetap saja hati bukanlah kapas, yang mudah membawa tubuhnya bertaburan tanpa lelah. jika memang ada bagian yang terkikis oleh kejamnya sayatan itu, mungkin akan runtuh sendiri bersama bayang-bayang semu yang ketika matahari menenggelamkan awaknya, bayangan itu akan musnah sendiri dan esok tak akan muncul lagi.

post by khotimatul aminah


Selasa, 18 Oktober 2016

BIODATA BLOGGER

KHOTIMATUL AMINAH
adalah mahasiswa Sastra Jawa di Universitas Negeri Sebelas Maret Surakarta. Ia lahir pada tanggal 17 November 1996. Memulai pendidikan Sekolah Dasar di SDN Purwosari 2, Sekolah Menengah Pertama di SMP N 1 Kawadungan, kemudian ia melanjutkan studinya di Madrasah Aliyah Negeri Ngawi. Dibangku Madrasah ia mengenal sosok guru inspiratif yang juga seorang seniman sekaligus Sastrawan yaitu Kusprihyanto Namma. Kemudian ia mengikuti Kelompok Kerja Theater Magnit Ngawi dibawah bimbingan Kusprihyanto Namma. Di bangku inilah Khotimatul Aminah memulai belajar menulis dan bertheater. Ia pernah bermain di berbagai pementasan theater. Puisinya pernah dimuat di Majalah Alur DKS Surabaya, dan ia aktif mengantologikan puisinya bersama penyair dari anggota Magnit yang lainnya. Antologi puisinya ialah Potret Bisu dan Sajak Rindu.

KOLOFON NASKAH



TELAAH NASKAH JAWA KLASIK
ANALISIS KOLOFON YANG TERDAPAT PADA NASKAH JAWA
SERAT NGUSULBIYAH LAN SAPANUNGGILANIPUN,
YASAN DALEM KANGJENG RATU MAS BLITAR RP.348 DAN SULUK MUSAWARATAN RP.332.1

TUGAS

Pengampu : Drs. Supana, M.Hum.
Disusun oleh :
Khotimatul Aminah( C0114033)


PROGRAM STUDI SASTRA DAERAH UNTUK SASTRA JAWA
FAKULTAS ILMU BUDAYA
UNIVERSITAS SEBELAS MARET
TAHUN 2016

1.      Analisis kolofon naskah serat Ngusulbiyah lan Sapanunggilanipun, Yasan Dalem Kangjeng Ratu Mas Blitar(RP.348).
a.       Tujuan isi teks
Isi teks di dalam naskah ini menceritakan tentang sejarah islam dan teologi, dimulai dengan petunjuk Allah kepada nabi Muhammad sebelum turun ke dalam dunia, puisi fokus pada pertemuan nabi baru turun di Mekah dengan rajanya , Nabi Isa ( jesus ).
b.     Analisis Kolofon
 
Nomor Katalog        : RP 348
Judul Naskah            : Serat Ngusulbiyah lan Sapanunggilanipun, Yasan
                                  Dalem Kangjeng Ratu Mas Blitar
Jam                          : -
Hari                          : Senin
Pancawara               : Kaliwon
Sadwara                   : -
Saptawara                : Soma
Wuku                       : -
Tanggal                    : Sekawan(4)
Bulan                        : Dumadilakir
Mangsa                    : Kapitu
Tahun                       : Eje(je)
Windu                      : -
Nama Pengarang      : anonymous dan Kangjeng Ratu Mas Blitar
Nama Penyalin         : Pamijen Kasepuhan
Tempat Penyalinan    : Kartasura
Candrasengkala        : Sagara Panca Kawayang Ingrat (1654J/1732M)

2.      Analisis kolofon naskah Suluk Musawarat(RP.322.1).
a.       Tujuan Isi Teks
Isi teks di dalam naskah ini menceritakan tentang musawarah dan perdebatan 8 wali yang membahas tentang tauhid, tekad, kewaspadaan, dan tentang ilmu kemakrifatan Seh Siti Jenar.
b.    Analisis Kolofon
Nomor Katalog         : RP 332.1
Judul Naskah             : Suluk Musawaratan
Jam                           : -
Hari                           : Kamis malem Jumat
Pancawara                : -
Sadwara                    : -
Saptawara                 : -
Wuku                        : -
Tanggal                     : Lima(5)
Bulan                         : Ramelan
Mangsa                     : -
Tahun                        : aksara widik
Windu                       : -
Nama Pengarang       : Ranggawarsita
Nama Penyalin          : Semantri
Tempat Penyalinan     : Surakarta
Candrasengkala         : gati kula ngesthi rama(1815)